ArtikelInfoProfil

KEBAIKAN DALAM RAMADHAN

 

Salam care: Sahabat salam care…Alhamdulillah kita sudah memasuki puasa yang ke-4..Mudah2 an amalan di bulan puasa ini Allah terima sebagai amalan terbaik kita.

Kali ini dai kita akan menceritakan pengalamannya di hari puasa kemarin.

Bagaimana kisah nya yang ada nun jauh di sa na….mari kita simak..

Setelah shalat Taraweh, malam ini, Rabu , 8 Mei 2019 kami silaturohmi ke Ustdz Abdur Rosyid, desa Istana kec.Sandai, Ketapang, Kal Bar.
Beliau membawai majlis Ta’lim Nurul Iman &
TPA Nurul Iman, desa Istana.

Kami perkenalkan metode cara cepat baca Alqur’an ( Tsaqifa) ke Ustdz Rosyid, Alhamdulillah beliau sangat tertarik dan ingin belajar lebih tentang tsaqifa.

Semoga dengan metode membaca quran dengan Tsaqifa mempermudah saudara kita dalam membaca quran.Dalam dakwah selain interaksi dengan masyarakat tentunya selalu memberikan ilmu untuk membaca kitab Al quran yang di turun kan dari langit oleh Allah ta’ala.

Semoga denga kita bisa mengajari membaca quran dan sering membacanya kita seperti buah Al-Atrujah, yaitu buah yang aromanya wangi dan rasanya enak. Karena seorang mu`min itu jiwanya bagus, qalbunya juga baik, dan ia bisa memberikan kebaikan kepada orang lain. Duduk bersamanya terdapat kebaikan. Maka seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah baik seluruhnya, baik pada dzatnya dan baik untuk orang lain. Dia seperti buah Al-Atrujah, aromanya wangi dan harum, rasanya pun enak dan lezat.

Adapun seorang mu’min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah kurma. Rasanya enak namun tidak memiliki aroma yang wangi dan harum. Jadi seorang mu’min yang rajin membaca Al-Qur`an jauh lebih utama dibanding yang tidak membaca Al-Qur`an. Tidak membaca Al-Qur`an artinya tidak mengerti bagaimana membaca Al-Qur`an, dan tidak pula berupaya untuk mempelajarinya.

Perumpamaan seorang munafiq, namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Karena orang munafiq itu pada dzatnya jelek, tidak ada kebaikan padanya. Munafiq adalah : orang yang menampakkan dirinya sebagai muslim namun hatinya kafir –wal’iyya dzubillah-. Kaum munafiq inilah yang Allah nyatakan dalam firman-Nya :

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah tambah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”[Al-Baqarah : 8 – 10]

Wallahualam..

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Tim Salam Care Indonesia siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami
👋 Assalamualaikum ...